Friday, February 11, 2005

Berdamai dengan diri sendiri

Kenapa mesti ada perang? pasti karena adanya dua kubu yang berbeda kepentingan saling berhadapan dan masing-masing tidak mau mengalah.
Perang tak akan pernah terjadi jika masing-masing pihak bisa saling menghargai dan toleransi terhadap kepentingan orang lain. Dan perang pasti akan berakhir jika pada suatu saat ada kata musyawarah dan mufakat yang pada akhirnya disetujui oleh masing-masing pihak. Selanjutnya jika ini terus dipelihara maka dunia akan selalu damai.
Tapi pernahkah anda berperang dengan diri sendiri?
Peperangan yang terjadi pada diri sendiri ternyata efeknya lebih dahsyat dari perang antar dua kubu yang saling bunuh sekalipun. Karena berdamai dengan diri sendiri itu ternyata lebih sulit dari yang pernah kita bayangkan. Dan efek yang ditimbulkan sering menimbulkan depresi dari yang ringan sampai yang berat.
Ada beberapa pelajaran yang saya dapatkan dalam beberapa hari ini. Saat mana batin saya sedang mengalami goncangan yang paling berat yang pernah saya alami. Disatu sisi ada keinginan yang kuat dalam diri saya untuk bisa meninggalkan sesuatu yang jelas-jelas telah membuat saya sakit. Namun ada sisi lain dalam batin saya selalu membuat pertahanan yang kokoh untuk tetap memperjuangkannya. Dan itu membuat saya masuk kedalam lingkaran depresi yang cukup serius.
Bagi saya ini sebuah perjalanan batin yang paling dahsyat yang pernah saya alami sepanjang hidup saya.
Dimana akhirnya melalui sebuah perenungan ... saya sadar bahwa kadangkala harapan tidak selalu sesaui dengan kenyataan. Bahwa impian tidak selalu jadi kenyataan.
Menyadari bahwa kehendak Tuhan akan selalu diatas segalanya
Mengakui bahwa saya hanya manusia biasa...
walaupun berat, Saya akhirnya bisa berdamai dengan diri saya..
Pernahkah anda mengalaminya juga?

No comments: