Monday, February 14, 2005

Mengapa orang suka berbohong...??

Dalam hidup banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan simpati dari orang lain, dari yang benar sampai yang bohong-bohongan.
Kalo yang benar biasanya akan ada personal approach yang lebih intens ketika orang lain bisa memahami kita apa adanya. Pastinya hal ini tidak akan banyak menimbulkan masalah.
Tapi karena kadangkala tidak semua orang bisa menerima kondisi seseorang atau karena takut dengan penolakan, maka untuk menutupi segala kekurangannya, orang-orang akan membuat suatu kebohongan, yang dimulai dari yang kecil dulu hingga bohong yang besar dan berat kadarnya.
Selain itu ada juga tipe orang yang suka berbohong demi kebaikan. Tipe seperti ini biasanya hanya akan mendapat masalah pada ending-nya. Orang seperti ini biasanya tahu alasan untuk apa ia berbohong. (Namun biarpun dengan alasan yang jelas, kebohongan ini juga sering mendapat masalah)
Orang yang seringkali/suka berbohong, biasanya walaupun ketahuan berbohong tidak akan pernah bisa membedakan lagi apakah ia sedang berbohong atau tidak. Ia sendiri menikmati setiap kebohongan yang ia bikin sendiri.
Ada seorang teman saya yang selalu menikmati setiap kebohongan demi kebohongan yang dibangunnya. Selalu berbohong sana sini tiada hentinya yang akhirnya melingkari dirinya hingga ia terbelit sendiri oleh masalah-masalah sampai tidak berkutik oleh kebohongannya sendiri.
Bohong yang seperti ini seperti penyakit kronis yang sukar untuk disembuhkan. Orang yang begini akan selalu menimbulkan masalah bagi orang lain dimanapun ia berada.
Berbohong, apapun alasannya tetap menjadi suatu ganjalan dalam hidup. Orang yang hidupnya selalu dalam kebohongan tidak akan pernah tenang dan akan selalu merasa dikejar-kejar oleh kebohongannya sendiri.
Mungkin kita pernah mempertanyakan,...buat apa sih berbohong? Toh nantinya pada suatu saat kebohongan tetaplah akan dikalahkan oleh kebenaran. Entah itu kebenaran yang muncul sendiri karena tidak bisa lagi memenej kebohongan itu, entah karena kehendak Tuhan.
Saya sendiri pernah merasa takjub ketika suatu saat saya mengetahui sebuah kebohongan dari seseorang dengan cara yang tak biasa dan tidak masuk akal. Tapi apapun itu, saya sangat-sangat yakin bahwa disitulah berlaku kehendak Sang Pencipta. Yakin bahwa kebenaran akan selalu jadi pemenang.
Untuk itu...mulai hari ini marilah kita introspeksi diri kita lagi, sejauhmana kita bisa menghargai kejujuran dengan menjauhi kebohongan-kebohongan yang mungkin saja secara tidak sadar kita lakukan.
Jika kita mempertanyakan, apakah kita mampu merubah kebohongan dengan kejujuran? Jawabnya tentulah dihati kita masing-masing. Sejauhmana kita bisa menahan diri kita untuk tidak mulai membuat kebohongan lagi dan menghargai kejujuran.
Jika kita tanyakan lagi, apakah semua orang bisa menerima kejujuran? maka mungkin jawabannya adalah : bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, bahwa setiap manusia pasti punya kekurangan seperti yang tercantum dalam sebuah hadist : Katakanlah yang benar itu walaupun pahit. Lalu kenapa harus takut? orang yang selalu berbohong adalah orang yang selalu mengingkari kebenaran.
Mulai saat ini marilah kita menghargai diri kita dengan selalu berkata, berlaku dan bersikap yang benar...
Jangan pernah jadi pengecut yang mendustakan kebenaran.
Jangan pernah mau jadi pecundang yang takut pengakui kenyataan.
Percayalah.. bahwa KEBENARAN akan selalu jadi PEMENANG...

Sunday, February 13, 2005

Valentine Kali Ini....

Valentine kali ini terasa beda dari tahun sebelumnya...
Valentine yang tanpa kado...
Valentine yang tanpa sapa-sapa...

Valentine kali ini beda...
Yang entah akan ada lagi cinta..
dan entah akan ada lagi sapa-sapa...

Valentine kali ini beda...
Valentine yang tanpa cinta...
dan Valentine yang hampa...

Valentine kali ini beda...
Karena ga ada sapa-sapa...
Dan tak punya apa-apa...

Happy Valentine buat yang masih merayakannya...

Hidup adalah perjuangan...Jangan pernah menyerah!

Dalam hidup setiap orang pasti punya cita-cita. Dan setiap orang pasti punya waktu yg berbeda untuk bisa meraihnya.
Ada banyak cara yang ditempuh untuk dapat mencapai suatu keinginan. Ada yang hanya dengan sedikit usaha tapi bisa mendapatkan apa yang diinginkan bahkan lebih. Hal ini kemungkinan bisa didapatkan karena faktor keberuntungan. Misalnya karena ia kebetulan punya keturunan yang memang punya segala-galanya sehingga hanya dengan sedikit usaha dia mampu mendapatkan apa yang diinginkan. Atau mungkin juga karena menang lotere. Ataupun dengan keberuntungan - keberuntungan lainnya yang membuat ia tidak harus bersusah payah.
Tetapi ada juga yang sampai jatuh bangun penuh perjuangan untuk mendapatkan suatu keinginan maupun cita-cita yang sangat sederhana sekalipun.
Seringkali banyak orang hanya terfokus pada apa yg sedang ditujunya, tetapi sedikit sekali yang menikmati proses mencapainya. Mungkin bagi sebagian orang tidak peduli dengan proses. Karena tidak sedikit orang-orang yang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu. Entah itu sikut sana sikut sini, sampai mengorbankan kepentingan orang lain.
Padahal kesuksesan adalah ukuran dari sebuah perjuangan dan makna dari perjuangan itu sendiri. Mungkin bagi orang yang beruntung yang tidak harus bersusah payah untuk mendapatkan sesuatu, setelah mendapatkannya maka ia tidak akan menikmati apa yang telah diperdapat dan cenderung untuk menyia-nyiakannya. Tapi bagi orang-orang yang tertatih-tatih berjuang mendapatkan sebuah keinginan yang sederhana sekalipun, sebutir nasi akan terasa lebih berharga daripada segenggam berlian ketika berada dalam kelaparan. Setetes embun akan lebih berharga daripada emas permata ketika anda berada dalam kehausan. Orang-orang seperti ini akan selalu mensyukuri apa yang telah diperolehnya biarpun tidak seperti yang dimiliki orang lain.
Jika kita menyadari semua ini, maka kita akan belajar menghargai perjuangan orang lain yang kebetulan tidak seberuntung kita. Sepatutnyalah kita bersyukur kepada Tuhan bahwa hari ini kita masih diberi kesempatan untuk terus berusaha dalam hidup ini.
Mungkin hari ini kita belum bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi kita masih diberi kesempatan oleh-Nya untuk tetap berjuang mendapatkan apa yang kita inginkan.
Mudah-mudahan belum terlambat bagi kita untuk menyadari bahwa hidup kita sangatlah berharga. Kita tidak harus meratapi jika kita belum mendapatkan apa-apa dalam hidup ini. Karena apapun yang kita inginkan, ada beberapa hal yang tetap berperan yaitu, garis tangan dan kehendak Tuhan.
Jangan pernah pesimis dalam hidup, pun jangan terlalu ngoyo mengejar sesuatu.
Serahkan semuanya kepada Allah, dan berusahalah.
Pekanbaru, 12 Februari 2005
Jangan pernah menyerah!

Friday, February 11, 2005

Berdamai dengan diri sendiri

Kenapa mesti ada perang? pasti karena adanya dua kubu yang berbeda kepentingan saling berhadapan dan masing-masing tidak mau mengalah.
Perang tak akan pernah terjadi jika masing-masing pihak bisa saling menghargai dan toleransi terhadap kepentingan orang lain. Dan perang pasti akan berakhir jika pada suatu saat ada kata musyawarah dan mufakat yang pada akhirnya disetujui oleh masing-masing pihak. Selanjutnya jika ini terus dipelihara maka dunia akan selalu damai.
Tapi pernahkah anda berperang dengan diri sendiri?
Peperangan yang terjadi pada diri sendiri ternyata efeknya lebih dahsyat dari perang antar dua kubu yang saling bunuh sekalipun. Karena berdamai dengan diri sendiri itu ternyata lebih sulit dari yang pernah kita bayangkan. Dan efek yang ditimbulkan sering menimbulkan depresi dari yang ringan sampai yang berat.
Ada beberapa pelajaran yang saya dapatkan dalam beberapa hari ini. Saat mana batin saya sedang mengalami goncangan yang paling berat yang pernah saya alami. Disatu sisi ada keinginan yang kuat dalam diri saya untuk bisa meninggalkan sesuatu yang jelas-jelas telah membuat saya sakit. Namun ada sisi lain dalam batin saya selalu membuat pertahanan yang kokoh untuk tetap memperjuangkannya. Dan itu membuat saya masuk kedalam lingkaran depresi yang cukup serius.
Bagi saya ini sebuah perjalanan batin yang paling dahsyat yang pernah saya alami sepanjang hidup saya.
Dimana akhirnya melalui sebuah perenungan ... saya sadar bahwa kadangkala harapan tidak selalu sesaui dengan kenyataan. Bahwa impian tidak selalu jadi kenyataan.
Menyadari bahwa kehendak Tuhan akan selalu diatas segalanya
Mengakui bahwa saya hanya manusia biasa...
walaupun berat, Saya akhirnya bisa berdamai dengan diri saya..
Pernahkah anda mengalaminya juga?

Tuesday, February 08, 2005

Kejujuran diatas segalanya...

Saya masih ingat ketika dulu sebelum menamatkan sekolah di Sekolah Asisten Apoteker, sehari sebelum pengumuman hasil ujian akhir kami dikumpulkan di salah satu ruangan kelas.
Ada beberapa hal yang secara turun temurun setiap angkatan selalu disampaikan oleh salah satu guru pembimbing kami.

Ritual ini adalah merupakan kenangan terakhir di sekolah tersebut karena setelah tamat, maka kami akan berpencar mengikuti alur hidup dan nasib masing-masing.

Wejangan yang disampaikan oleh guru saya tersebut hingga kini masing terngiang dengan jelas, bahwa Hidup yang sukses bukan karena kita hebat dan menjadi juara di kelas. Akan tetapi orang yang akan sukses nanti adalah orang yang pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Satu hal yang harus selalu diingat adalah, selalu berlaku jujur pada diri sendiri. Jika kalian bisa jujur pada diri sendiri niscaya kamu akan senantiasa berbuat jujur pada orang lain.

Kalau saya ingat lagi kata-kata guru saya tersebut, saya merasa banyak hal yang kadang terasa berat untuk dijalani dalam hidup. Pergeseran sudut pandang dan kepentingan kadang menjebak kita untuk melupakan kejujuran.

Banyak hal yang pura-pura dalam kehidupan. Entah karena keadaan atau karena perbedaan kepentingan.

Jujur pada diri sendiri...? kalo kita mau jujur, banyak hal yang tidak bisa kita terima dengan hati nurani saat ini. Tapi apa yang bisa kita perbuat, selain menutup mata atas segala kecurangan dan kemunafikan yang sering terlihat dengan kasat mata. Kejujuran sering harus dibayar dengan harga yang mahal

Apa masih ada yang mampu membuat kita jujur pada diri kita?