Merdeka dalam hidup
buat gue adalah sebuah perjuangan
dalam memilih hidup yang gue inginkan
merdeka... bukan berarti gue merasa
terkekang selama ini
tapi buat gue, merdeka adalah
kebebasan untuk mengekspresikan
apa yang ada dalam diri gue.
gue bebas menangis ketika gue sedang bersedih
atau bebas tertawa terbahak-bahak
ketika gue merasa senang
atau juga...
bebas berteman dengan siapa aja
yang bisa membuat gue merasa nyaman
dalam menambah wawasan
mungkin karena itu juga
saat ini gue makin menikmati kesendirian gue
gue merasa bebas memiliki diri gue
termasuk juga...
dalam mengungkapkan perasaan gue...
pada orang yang gue sayangi...
Friday, July 15, 2005
Monday, July 04, 2005
a Promise
God will not promise you
endless blue skies,
but he did promise
to help bear your burden.
God didn't promise that
all of your dreams will come true,
but he did promise that
it's possible to reach them.
God didn't promise that
everything in your life
will turn out as you planned,
but he did promise that
your prayers will be answered.
God didn't promise that
you'll become wealthy,
but he did promise to give
you everything you need.
God didn't promise that
you'll never feel lonely,
but he did promise that
he would always be there for you.
endless blue skies,
but he did promise
to help bear your burden.
God didn't promise that
all of your dreams will come true,
but he did promise that
it's possible to reach them.
God didn't promise that
everything in your life
will turn out as you planned,
but he did promise that
your prayers will be answered.
God didn't promise that
you'll become wealthy,
but he did promise to give
you everything you need.
God didn't promise that
you'll never feel lonely,
but he did promise that
he would always be there for you.
Dont Judge a Book by the Cover...
Banyak orang terpedaya karena kulit luar
padahal apa yang terlihat bagus diluar
belum tentu sesuai dengan perkiraan kita
seperti sebuah apel yang kelihatan bagus, segar dan berkilau
tetapi seringkali isinya sudah tidak segar lagi bahkan telah membusuk
begitupun sebaliknya
Dalam kehidupan,
seringkali kita salah mengira
bahwa seseorang yang kelihatannya okey banget
berkilau, dan penuh pesona...
padahal kadangkala pribadinya tidak seperti kelihatannya
tetapi banyak juga yang kelihatan tidak meyakinkan
rada tertutup dan apa adanya...
padahal ia memiliki kepribadian lebih
serta memiliki potensi diri yang sangat besar
Semua itu hanya bisa dinilai dengan naluri
kejujuran hati dan keberanian untuk dapat membuka diri
dan menilai orang lain tidak hanya dari penampilannya
Tapi seringkali hal ini banyak diremehkan oleh orang-orang
dengan membatasi diri dan hanya berinteraksi
dengan orang-orang yang mereka anggap mampu
dan memenuhi standar mereka yang hanya terlihat dari luar
bahkan seringkali tertipu dengan apa yang hanya kelihatan dimata
So.., itulah fenomena hidup
Itulah kenyataan yang sering kita alami dikeseharian kita
Lalu, mengapa tidak kita mulai mencobanya hari ini?
menerima sebuah pertemanan dan persahabatan
dengan diawali oleh sebuah ketulusan?
marilah kita berupaya untuk selalu berpikir positif
dan belajar menerima orang lain dengan segala kelebihan
dan juga kekurangannya...
Jangan pernah menilai isi sebuah buku hanya dari kulit luarnya
mari mulai hidup ini dengan segala kerendahan hati...
padahal apa yang terlihat bagus diluar
belum tentu sesuai dengan perkiraan kita
seperti sebuah apel yang kelihatan bagus, segar dan berkilau
tetapi seringkali isinya sudah tidak segar lagi bahkan telah membusuk
begitupun sebaliknya
Dalam kehidupan,
seringkali kita salah mengira
bahwa seseorang yang kelihatannya okey banget
berkilau, dan penuh pesona...
padahal kadangkala pribadinya tidak seperti kelihatannya
tetapi banyak juga yang kelihatan tidak meyakinkan
rada tertutup dan apa adanya...
padahal ia memiliki kepribadian lebih
serta memiliki potensi diri yang sangat besar
Semua itu hanya bisa dinilai dengan naluri
kejujuran hati dan keberanian untuk dapat membuka diri
dan menilai orang lain tidak hanya dari penampilannya
Tapi seringkali hal ini banyak diremehkan oleh orang-orang
dengan membatasi diri dan hanya berinteraksi
dengan orang-orang yang mereka anggap mampu
dan memenuhi standar mereka yang hanya terlihat dari luar
bahkan seringkali tertipu dengan apa yang hanya kelihatan dimata
So.., itulah fenomena hidup
Itulah kenyataan yang sering kita alami dikeseharian kita
Lalu, mengapa tidak kita mulai mencobanya hari ini?
menerima sebuah pertemanan dan persahabatan
dengan diawali oleh sebuah ketulusan?
marilah kita berupaya untuk selalu berpikir positif
dan belajar menerima orang lain dengan segala kelebihan
dan juga kekurangannya...
Jangan pernah menilai isi sebuah buku hanya dari kulit luarnya
mari mulai hidup ini dengan segala kerendahan hati...
Subscribe to:
Posts (Atom)