Ketika sepi...
Ketika sepi singgah di hatimu
Jabatlah tangannya, rangkullah
Kau lebih baik bersahabat
Daripada menjadi musuhnya
Ketika sepi menjadi bayanganmu
Ia akan bercerita tentang masa lalumu
Tentang sekarang, tentang masa depanmu
Ia akan bercerita tentang cinta dalam puisi
Ketika puisimu muncul di buletin sekolah
Semua orang sering menanyakanmu
Apakah puisimu bertutur tentang cinta
Apakah puisimu ekspresi tentang benci
Kau yang juga masih kebingungan
Lalu bertanya pada sepi
Apakah artinya cinta dan apa itu benci?
Sepi tersenyum tanpa sepatah kata
Biarkan orang memaknai cinta dengan benci
Biarkan orang memaknai benci dengan cinta
Cinta dan benci, aku tak pernah perduli
Kenapa harus selalu dipertanyakan
Ketika sepi singgah di hatimu
Jabatlah tangannya, rangkullah
Kau lebih baik bersahabat
Daripada menjadi musuhnya
(Thanks buat mas BH)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment