Thursday, March 03, 2005

Ikhlas atau pasrah..??

Ada beberapa bentuk cobaan dalam hidup yang kadarnya berbeda bagi seseorang. Ketika kita merasa Tuhan memang sedang menggoda kita dalam menjalani hidup ini. Hal ini membuat kita jadi banyak belajar tentang kesabaran dan ketegaran.
Belajar tentang keikhlasan hati untuk menerima cobaan ini dengan tulus dan menjadikannya sebagai motivasi untuk bangkit dan bukan tak mungkin akan menjadi suatu sumber kekuatan baru.
Namun kadar berat atau ringannya suatu cobaan bagi masing-masing orang akan sangat berbeda. Mungkin ada suatu masalah yang bagi seseorang terasa begitu berat, akan tetapi bagi orang lain itu bukan suatu permasalahan yang besar.
Masalah akan berawal pada saat kita merasa kenyataan tak seperti yang kita harapkan. Misalnya, ketika suatu saat orang yg kita cintai pergi meninggalkan kita dan mendapati bahwa ternyata ia lebih memilih mencintai orang lain daripada kita. Atau ketika kita telah merencanakan segala sesuatu dengan susah payah ternyata hasilnya tidak seperti yang kita inginkan. Atau ketika kita merasa dibohongi oleh seseorang yang sangat kita percayai.
Lalu apakah yang harus kita lakukan?
Baru-baru ini saya pernah dikondisi yang merasa sangat kehilangan, sangat terpuruk, putus asa dan tidak punya harapan. Pernah merasa Tuhan tidak berlaku adil terhadap saya. Saya tidak bisa menerima ini sebagai takdir. Saya tidak terima kenyataan itu. Saya tidak mau pasrah begitu saja. Saya menolaknya dengan berusaha untuk tetap memperjuangkan dengan segala daya dan upaya. Ketika sementara waktu, saya bisa memperolehnya kembali, saya menggenggamnya dengan kuat seakan tak ingin melepaskannya walaupun untuk satu detik.
Tapi apakah yang terjadi setelah itu..?
Saya memang mendapatkannya kembali, tetapi saya lupa bahwa apapun yang saya jalani adalah kehendak Tuhan. Jika Tuhan memang berkehendak maka segala sesuatu itu akan terjadi, tetapi bila tidak, maka semua itu takkan pernah ada. Dan ketika saya kehilangan kembali, sakitnya ternyata lebih parah daripada saat pertamakali saya merasakan kehilangan. Saya kembali terpuruk lebih dalam lagi dari yang pernah saya alami sebelumnya.
Saya begitu sombong untuk bisa menolak kehendak-Nya. Seharusnya saya menyadari bahwa hidup ini ada yang mengatur. Bahwa takdir itu adalah hak mutlak dari-Nya.
Saat ini saya baru berusaha lagi untuk bisa tabah menerima kenyataan ini. Menerima kenyataan bahwa didunia ini ga ada yang abadi. Belajar menerima bahwa segala sesuatunya telah digariskan-Nya. Dan kita manusia hanya bisa menerima semuanya dengan keikhlasan. Saya mencoba pasrahkan segalanya kepada Tuhan.
Walaupun saya tau, bahwa saya hanya manusia biasa yang sadar kapasitas saya yang sebenarnya. Bahwa kenyataannya berusaha tegar itu memang hanya gampang untuk diucapkan, akan tetapi sangat sulit untuk dijalani. Saya tidak ingin munafik pada diri saya, bahwa sebenarnya saya memang belum bisa mengikhlaskan semua ini.
Saya yakin akan sulit bagi seseorang melepaskan sesuatu yang pernah menjadi miliknya. Tapi saya sedang berupaya. Dan walaupun saya yakin Tuhan sendiri tidak akan pernah membuat sesuatu untuk tersia-sia. Tetap terasa berat untuk menerima....
Tapi saya ingin terus mencoba...

No comments: