Friday, March 18, 2005

Dimalam yang biru

bulan malam ini tertutup kabut
semburat cahaya bercampur dengan asap tebal
yg kini mengelilingi kota
ketika lelah menyapa malam
dalam kegamangan menatap langit
makin mengaburkan cahaya bulan

ada kerinduan yang mengharu biru
seakan mengoyak luka batin yang kini menganga
meresap kesetiap pori-pori dan aliran darah

dalam hening jumat malam
ketika sebagian orang melafalkan pujian kepada sang pencipta
dan ketika sebagian manusia juga larut dengan hiruk pikuk keduniawian
sejenak jiwa meraih keinginan ntuk melepas harap
bayangan akan kenangan membuka kembali episode kehidupan
makin menoreh, menyayat dalam kepedihan hati

melayang kini...
laksana helaian daunan hanya menunggu kerelaan angin
entah nanti kan membawa kemana
entah akan jatuh ditempat yang semestinya
ataukah hanya akan terbawa kemana-mana

mencoba berserah karena hanya Dia penentunya...

mlm ini, seorang diri

No comments: